wahai orang yang kukagumi selama 9 tahun...
nggak terasa udah 9 tahun kamu menempati tempat spesial di hatiku.. setia menjadi warga lama, meskipun banyak yang mencoba menggantikan tempatmu. nggak terasa juga 9 tahun yang lalu pertemuan pertama kita, bagaimana rupamu saat pertama kali aku melihatmu, bagaimana perasaanku saat memikirkan dirimu, dan bagaimana wajah orang-orang yang tahu bahwa aku menjatuhkan pilihan atas dirimu...
wahai orang yang kuikuti gerak geriknya selama 9 tahun...
waktuku untuk melihatmu ternyata tak lama. kau pergi atas kehendakmu sendiri. kamu pikir sejak kepergianmu, pergi juga bayanganmu dari dalam pikiranku? kamu salah besar! aku tetap disini, sampai detik ini, tetap setia pada pendirianku...
wahai orang yang tak pernah berpindah dari hatiku selama 9 tahun...
maaf jika usahaku untuk memperkenalkan diriku membuatmu muak. maaf jika caraku mendekatimu membuatmu risih. namun hanya ini yang bisa kulakukan.. keinginanku untuk membuatmu menoleh ke arahku telah membutakan jalan pikiranku. segalanya yang haram telah kuhalalkan hanya untuk bisa dekat denganmu...
wahai orang yang menjadi tujuanku selama 9 tahun...
harusnya dari dulu aku tahu usahaku ini sia-sia. harusnya aku sadari sejak kau berikan sinyal penolaklan itu, harusnya aku mulai tahu diri supaya aku tak terluka seperti sekarang. supaya aku tak merasa sebagai pecundang seperti saat ini.
wahai orang yang tak pernah berubah selama 9 tahun...
kau inginkan yang terbaik untuk dirimu. aku pun begitu lalu memilihmu menjadi yang terbaik untukku. namun itu tak berlaku sebaliknya. kamu punya pilihan sendiri yang aku yakin pilihanmu takan pernah salah. kenapa aku begitu yakin? karena aku sangat mengenalmu...
wahai orang yang hatinya takan pernah bisa untuk aku miliki...
aku tak ingin jadi yang egois bagimu. aku menyukai apa yang kamu suka, aku memilih apa yang kamu pilih, jadi sudah menjadi keharusan bagiku untuk menerima apa yang sudah menjadi pilihanmu. kini kamu sudah mempunyai pilihan, jadi saatnya aku pergi. aku cukup tahu diri. kau tak memilihku lalu untuk apa aku disini? untuk apa aku tetap mengharapkan pilihanmu jatuh padaku?
wahai orang yang saat ini sudah memiliki pilihan...
kamu bilang lelaki baik hanya untuk wanita baik, begitu pun sebaliknya. aku selalu menganggap kamu baik. jadi kamu pantas mendapatkan yang terbaik menurutmu. aku mengetahuimu.. jadi aku yakin kamu tahu yang terbaik.
selamat tinggal Farizi Ramadhan.. saatnya kamu pergi dari hatiku. pergi dari tempat spesail yang telah kau bangun sendiri dengan figurmu selama 9 tahun terakhir. dan terima kasih karena menjadi prinsipku selama ini. semoga kita bertemu lagi, saat kita sudah memiliki pilihan kita masing-masing. mencintaimu, berarti mengusahakan yang terbaik bagimu....