"mending mencintai orang yang selama ini sama sekali nggak mencintai kita, atau saling mencintai tapi dipaksa untuk berpisah?"
banyak yang komentar, ada yang bilang pilihan pertama, pilihan kedua, dua-duanya, sampai ada salah satu temen gue yang ngasih tau pendapatnya kayak gini, "mendingan mencintai orang yang selama ini sama sekali nggak mencintai kita, daripada saling mencintai tapi dipaksa untuk berpisah karena takdir."
awalnya gue serada nggak terima dengan pernyataan di atas. gue pikir mencintai orang yang selama ini nggak mencintai kita itu yang paling capek, apalagi sampe bertahun-tahun kayak gue. gue rela jadi siapa aja buat bikin orang yang gue sukain itu seenggaknya "noleh" ke arah gue, walaupun usaha gue selama ini nggak menuai hasil apapun. saling mencintai tapi dipaksa untuk berpisah itu bukan kendala besar, karena cinta kita kuat, ombak besar sekalipun nggak akan pernah bisa buat memisahkan kita.
saat gue berpendapat seperti itu, gue masih egois...
dan saat ini, mata hati gue baru dibuka untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi sama temen gue ini.
temen gue, beberapa tahun yang lalu pernah ketemu sama seseorang yang kelak bakal jadi sesuatu yang berharga buat dia. mereka pertama ngobrol-ngobrol, lama sekali sampai keduanya saling menyadari bahwa mereka sebenarnya menyimpan rasa yang sama satu sama lain. nggak segampang keliatannya untuk bilang "i love you. be my girl", mereka pernah berantem dulu, missunderstood dulu, sampai akhirnya mereka pun jadian.
gue pikir hidup mereka bakal bahagia, tapi kenyataannya nggak. singkat cerita mereka pisah. sama seperti pernyataan yang di atas, mereka pisah karena takdir. takdir dari Tuhan memang lebih besar daripada ombak besar sekalipun. gue baru tahu itu.
hubungan mereka nggak berakhir sampai situ aja. temen gue ini nggak pernah bosen buat nguntit mantannya ini. dia rela di saat orang-orang tidur, dia begadang buat tau apa yang lagi mantannya ini lakuin. dia rela nggak belajar padahal besok ulangan biar dia nggak ketinggalan secuil pun tentang apa yang dilakuin mantannya hari itu. mantannya itu sempet tau apa yang temen gue lakuin selama ini. dia marah, nggak tau apa sebabnya. tapi yang gue tahu pasti, mantannya pernah bilang kalo dia benci banget sama temen gue.
apa itu bikin temen gue menyerah? nggak! temen gue tetep pada pendiriannya. setia begadang buat tau apa yang mantannya lakuin, setia nunggu sampai kapanpun dan nggak peduli apapun yang terjadi, sampai pada suatu hari temen gue dipaksa untuk tahu apa rencana Tuhan selanjutnya.
"I Just found out his facebook because he ever told about this account but I just open it. well I just want to tell you as my sorrow feel.. :'( "Rest in Peace Kira.. may Jessus Bless you in up there.. fall in to the heaven.. ...I dont know what have to say.. :'( well I... I really Love you so much honey.. Lucky me had found your account here.. :( I really wanna Scream so out of loud god.. I really wanna Cry.. I really.. :'( I Love You so much kira.. You are a beautiful gift that ever god given to me.. I will never forget you for all my life.."
siapapun yang tau ceritanya dan baca kata-kata di atas-seperti halnya gue- pasti ngerasa sedih banget. gue bisa bayangin apa yang bakal terjadi sama temen gue. dan jika gue jadi dia, permasalahan gue selama ini bukanlah apa-apa.
tiba-tiba terngiang lagu ini dalam mimpi gue, sedangkan temen gue di tengah malam, terpuruk di depan komputer yang selama ini dengan setia nemenin dia:
deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu..
aku masih di sini untuk setia..
selang waktu berganti aku tak tahu engkau dimana?
tapi aku mencoba untuk setia..
sesaat malam datang menjemput kesendirianku..
dan bila pagi datang.. ku tahu kau tak disampingku..
aku masih di sini untuk setia...
buat temen gue yang satu ini.. gue nggak tahu mesti ngehibur lo dengan cara apa. karena gue sendiri nggak tahu gimana caranya ngehibur diri gue sendiri saat mencoba ngerasain beratnya jadi lo...
